Awal Sejarah Togel di Indonesia Menurut Agen Togel Hongkong

Togel pertama kalinya diyakini berasal dari negara tirai bambu atau China. Tanda tanda pertama kali yang tercatat dari Togel adalah adanya lembaran kuno dari masa Dinasti Han antara 205 dan 187 SM. Togel ini juga diyakini telah membantu membiayai proyek-proyek besar pemerintah China seperti Tembok Besar China. Hal ini dapat dikutip dari “The Book of Songs” (milenium ke-2 SM.).

Togel saat ini bukanlah hal yang baru bagi masyarakat dunia dan juga masyarakat Indonesia. Di Indonesia sendiri memiliki latar belakang sejarah yang panjang, setidaknya togel sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dahulu seperti dilansir oleh Agen Togel Hongkong http://shiokucing.com

Pada tahun 1965, Presiden Soekarno sendiri mengeluarkan Keppres No 113 Tahun 1965 yang menyatakan bahwa lotre buntut merusak moral bangsa dan dapat masuk dalam kategori subversi. Memasuki zaman Orde Baru, lotre ini terus berkembang dengan pesat. Tahun 1968, Pemda Surabaya juga mengeluarkan Lotto (Lotre Totalisator) versi PON Surya yang tidak ada kaitannya dengan penyelenggaraan olahraga saja, hanya berdasarkan undian saja. Tujuannya adalah untuk menghimpun dana bagi PON VII yang akan diselenggarakan di Surabaya di tahun 1969.

Seperti dilansir oleh Agen Togel Hongkong http://shiokucing.com, pada tahun 1974, akhirnya Toto KONI dihapus. Pemerintah melalui Menteri Sosial Mintaredja (pada saat itu) mulai memikirkan langsung sebuah gagasan untuk menyelenggarakan forecast atau tafsiran sebagai bentuk undian tanpa harus menimbulkan ekses judi. Setelah studi banding yang terdiri dari e selama dua tahun penuh, Depsos akhrnya berkesimpulan, penyelenggaraan forecast di Inggris dilaksanakan dengan bentuk sederhana saja dan tidak akan menimbulkan ekses judi. Selain itu juga, perbandingan yang diperoleh melalui penyelenggara tebakan, pemerintah, dan hadiah bagi si penebak sebesar 40-40- 20.

Pada tahun 1976, setelah meminta penilaian lagi dari badan Kejaksaan Agung, maka Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) dan Departemen Dalam Negeri, menyetujui rencana Depsos untuk menyelenggarakan forecast ini tidak mendapat tantangan dan merencanakan pembagian hasil bagi 50-30- 20. Rencana itu belum bisa terlaksana saat itu, karena Presiden Soeharto sangat bersikap hati-hati dan meminta untuk dipelajari lebih dalam lagi dan dikaji lagi, menurut Agen Togel Hongkong http://shiokucing.com.

Dibutuhkan waktu hingga sekitar tujuh tahun untuk melaksanakan undian forecast ini nantinya. Akhirnya pada tanggal 28 Desember 1985, Kupon Berhadiah Porkas Sepak Bola akhirnya diresmikan, diedarkan, dan dijual oleh pemerintah. Porkas dimaksudkan bertujuan untuk menghimpun dana masyarakat untuk menunjang pembinaan dan pengembangan atas prestasi olahraga Indonesia. Porkas sendiri lahir berdasarkan atas UU No 22 Tahun 1954 tentang Undian, yang antara lain bertujuan agar undian yang menghasilkan hadiah tidak akan menimbulkan berbagai keburukan sosial dan penyakit sosial.

Berbeda dari Toto KONI sebelumnya, Porkas tidak ada memberkan tebakan angka, melainkan penebakan istilah M-S- K atau menang, seri, dan kalah. Perbedaan lain, kalau Toto KONI ini beredar sampai ke pelosok daerah, maka Porkas beredar hanya boleh sampai tingkat kabupaten dan anak-anak di bawah usia 17 tahun memang dilarang menjual, ataupun mengedarkan, serta membelinya.

Kupon Porkas ini sendiri terdiri atas 14 kolom dan akan diundi seminggu sekali, setelah 14 grup sepak bola nantinya melakukan 14 kali pertandingan. Jadwal pertandingan ditentukan oleh PSSI sendiri dari jadwal di dalam negeri dan luar negeri. Setiap pemegang kupon yang pada tahun 1985 senilai Rp 300 rupiah perak ini menebak mana yang akan menang (M), seri (S), dan kalah (K). Penebak paling jitu 14 kesebelasan mendapatkan hadiah Rp 100 juta. Pada tanggal 11 Januari 1986, penarikan pertama dari Porkas dilakukan oleh pemerintah.